Senin, 25 Juni 2012

Dongeng dari Tanjung Enim : siasat Bangsa Kadal yang menang tanpa perang

Dongeng dari Tanjung Enim
siasat  Bangsa Kadal yang menang tanpa perang
Pada zaman dahulu Kadal dan katak saling bersahabat dan selalu bekerja sama dalam gotong –royong,semangat dan pembangun.Pada suatu hari bangsa kadal mengalami musim Kekeringan di wilayahnya yang dulu berupa sabana Hijau dan banyak tumbuh-tumbuhan yang bisa mencukupi kebutuhan mereka seperti Buah Cherry ,singkong ,dan pisang.Namun padang rumput yang hijau itupun menjadi tanah tandus akibat kemarau panjang yang menimpah mereka.Pada suatu hari mereka pergi ke negeri Tikus untuk meminta Mengutang makanan pada tikus namun Tikus menolak dengan alasan mereka takut habis juga kebutuhannya.Sampai-sampai suatu hari kabar kekeringan tersebut terdengar di Negeri katak yang tinggal di Pulau kecil dekat Air sungai serta banyak air untuk minum.Pemimpin katak Pun mengirim surat ke pemimpin kadal bahwa mereka akan membantu kadal dalam mengatasi kekeringan dan krisis makanan .Bangsa katak pun mengirimkan air sebanyak mungkin ke Negeri kadal dan Mengirimkan Bibit-bibit untuk tanaman.Bangsa kadal pun sangat gembira karena mendapatkan bantuan dari negeri yang jauh sehinnga mereka pun bersahabat.Hari demi hari Bangsa katak membantu kadal dalam mengelolah tanah dan wilayah Mereka yang akan di penuhi tanaman-tanaman buah-buahhan.Bangsa katak menyiram tanah yang tandus di negeri tersebut secara merata sedangkan Bangsa kadal yang ahli dalam bercocok tanaman mereka pun menanami tanaman yang mereka Inginkan dan makanan yang sesuai bisa untuk di makan.Setelah beberapa bulan kemudian wilayah kadal pun penuh kembali dengan Penghijauan dan tanaman-tanaman yang bisa di makan.Sebelumnya bangsa katak Meminta pada kadal agar mereka juga di beri sebagian hasil panen bercocok tanam mereka untuk rakyat katak yang miskin.Akhirnya janji tersebut di penuhi oleh bangsa Kadal ,pemimpin kadal pun mengirimkan makanan untuk rakyat katak yang miskin.Namun bangsa Tikus yang Iri hati pada Kadal karena Wilayah kadal yang sukses tumbuh subur oleh tanaman dan di karenakan Bangsa katak yang tak mau bekerjasama dengan tikus maka bangsa Tikus pun menyerang daerah Bangsa kadal pada malam hari Di mana bangsa Kadal sudah tertidur lelap.Tikus mencuri buah-buahan yang ada di wilayah perkebunan bangsa kadal untuk di bawah ke negeri Mereka dan membunuh bangsa Kadal dengan sadis.Tetapi tak sedikit pula bangsa kadal yang bangun dari tidurnya untuk berperang mendadak melawan bangsa Tikus.Setelah peperangan berakhir ,banyak kadal yang mati sementara sebagian tikus selamat dari peperangan dan kembali ke negeri mereka sambil membawa barang dan makanan hasil rampasan Perang.Lalu pemimpin tikus Memberikan sebagian makanan hasil rampasannya ke negeri katak untuk Rakyat katak yang miskin.Pemimpin tikus rupanya mencari perhatian kepada bangsa katak dan mengadu domba atau memfitnah Bangsa katak dan bangsa Kadal agar mereka bermusuhan.Pemimpin tikus mengatakan kepada bangsa katak bahwa kadal telah berkhianat kepada mereka karena hasil panen mereka tersebut sebagian tidak di berikan ke rakyat katak melainkan di makan semua oleh kadal serta memfitnah bangsa kadal bahwa kadal bangsa yang rakus ,sampai –sampai hasil perkebunan mereka di lumat habis dan bangsa kadal juga menculik sebagian rakyat tikus lalu di bunuh di negeri mereka sendiri dan myat tikus di biarkan berserakan di sana.Semenjak itulah pemimpin katak mulai membenci bangsa kadal akibat terpengaruh oleh perkataan bohong dari pemimpin Tikus.Bangsa katak juga menganggap bangsa kadal pembunuh suatu bangsa yaitu bangsa Tikus.Akhirnya katak sekarang lebih percaya dengan Tikus dan berjanji akan bekerjasama dengan tikus untuk membalas pembunuhan kadal terhadap bangsa tikus.Tentu hal ini di setujui oleh bangsa Tikus karena mereka juga ingin membalas dendam kepada kadal Sebab tentara Tikus banyak juga yang mati di Negeri kadal sendiri.Keesokan harinya bangsa katak dan tikus merencanakan untuk menyerang  negeri kadal dan langsung masuk ke wilayah  kadal untuk bekerjasama berperang melawan bangsa kadal.Tapi apa yang terjadi ternyata di wilayah tersebut tidak ada satupun rakyat Kadal .Wilayah tersebut menjadi sepi mungkin kadal sudah tahu bahwa Tikus akan mempengaruhi Katak dan bekerjasama untuk berperang melawan bangsa mereka, maka dari itulah kadal meninggalkan negeri dan tanah airnya yang tercinta ke wilayah yang mereka akan cari dan menjadi tempat tinggal baru bagi mereka.Namun di sana bangsa kadal meninggalkan hasil panennya berupa buah-buahan yang tersimpan di dalam rumah-rumah.Bangsa tikus  langsung bingung sejenak mengapa kadal tidak ada di wilayah mereka sendiri an hanya meninggalkan makanan dan buah-buahan di negeri mereka.Tetapi hal itu tidak di perdulikan pemimpin tikus yang rakus,dia pun menyuruh tentara katak dan tikus untuk memakan –makanan yang tersisa di negeri tersebut.Lalu apa yang terjadi? Perut mereka menjadi sakit kemudian muntah-muntah lalu satu jam kemudian tentara katak dan tikus akhirnya mati akibat racun cair yang di oleskan pada buah-buahan dan di masukan ke dalam makanan yang mereka makan.Rupa nya ini strategi kadal untuk mengalakan bangsa tikus dan katak secara lembut.Sebelum bangsa kadal meninggalkan wilayah negerinya,mereka mengoleskan dan memasukan racun ke dalam makanan lalu makanan tersebut sengaja di tinggalkan ke negerinya supaya di makan oleh tentara katak dan tikus agar mereka mati kekenyangan akibat rakus akan makan.Jadi kesimpulannya adalah orang pintar bisa menang melawan orang kuat dengan mengandalkan otak bukan otot meski sehebat apapun musuhnya dan meski musuhya bekerjasama dengan orang lain yang Kuat juga bahkan lebih kekuatanya Seperti kadal yang tidak punya kekuatan untuk melawan bangsa katak dan tikus yang bekerjasama namun mereka bisa mengalakannya dengan otak ,tanpa keringat,dan tanpa perang karena mereka tahu kalau melawan katak dengan Fisik tidak menjamin kemenangan apalagi katak melakukan kerja sama dengan tikus.Tentunya kekuatan mereka semakin kuat berkat adanya kerjasama tetapi kerjasama mereka bisa di hancurkan dengan Taktik,strategi,tekhnik ,dan pemikiran otak.


Pengarang: ARMAN JHEN CHARLES
Blog:armanees.blogspot.com
Facebook: Arman jhen charles
Email:Arman.arman.aren@gmail.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar